Kwigaran, Juli 2026 - Kegiatan Program Kerja Sosial Kemasyarakatan dengan tema “Pengenalan Keanekaragaman Hayati Perairan dan Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan)” telah dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026 di SDN Kwigaran, dengan sasaran siswa kelas II.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya membantu meningkatkan pengetahuan anak-anak sekolah dasar mengenai keanekaragaman hayati perairan, khususnya ragam hewan laut, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi protein sejak dini. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat merangsang minat konsumsi produk perikanan pada anak-anak sebagai langkah nyata dalam mendukung pencegahan stunting dan optimalisasi kecerdasan anak di Desa Kwigaran.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi secara interaktif menggunakan media presentasi bergambar. Anak-anak diajak berkenalan dengan hewan laut melalui sesi tebak-tebakan “Siapa Aku?”, di mana mereka menebak jenis hewan laut seperti penyu dan kuda laut hanya dari siluetnya, sebelum akhirnya ditunjukkan bentuk aslinya secara lengkap. Pengenalan dilanjutkan dengan pembahasan beragam biota laut lain, di antaranya ikan badut, gurita, ubur-ubur, kepiting, ikan pari, dan ikan hiu. Melalui sesi ini, anak-anak diajak mengenali ciri khas masing-masing hewan laut sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestariannya. Untuk membuat pemaparan semakin menarik, di sela-sela penjelasan disisipkan pula sejumlah fakta unik seputar hewan laut.
Selanjutnya, materi dilanjutkan dengan pembahasan manfaat mengonsumsi ikan bagi tumbuh kembang anak, yaitu mencerdaskan otak, menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, menguatkan otot, serta menunjang pertumbuhan. Anak-anak juga diperkenalkan dengan berbagai produk olahan ikan yang mudah dijumpai sehari-hari, seperti bakso ikan, otak-otak, empek-empek, dan ikan goreng, sebagai gambaran variasi konsumsi ikan yang menarik. Untuk mengasah pemahaman, dilakukan pula sesi interaktif “Mana yang Lebih Sehat?” yang membandingkan menu berbahan ikan dengan makanan cepat saji, guna menanamkan kebiasaan memilih makanan bergizi sejak dini.
Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Anak-anak terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar hewan laut yang telah dikenalkan serta manfaat mengonsumsi ikan bagi kesehatan dan pertumbuhan mereka. Beberapa anak bahkan menceritakan pengalaman pribadi mereka saat makan ikan bersama keluarga di rumah, yang membuat suasana diskusi menjadi semakin hidup dan interaktif.
Sebagai kegiatan penutup, anak-anak melakukan aktivitas kreasi mewarnai gambar hewan laut, seperti bintang laut, ikan badut, dan ubur-ubur, yang kemudian digunting dan ditempelkan pada botol plastik bekas. Pemanfaatan botol bekas ini sekaligus menjadi bentuk edukasi sederhana mengenai pentingnya mendaur ulang barang di sekitar menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Setiap anak diberi kebebasan memilih warna sesuai kreativitasnya masing-masing, sehingga setiap botol yang dihasilkan tampil dengan corak yang berbeda-beda. Agar tampilan botol semakin menyerupai suasana laut, air di dalam botol kemudian ditetesi pewarna makanan berwarna biru sehingga terlihat seperti akuarium mini. Selama proses mewarnai dan menghias botol berlangsung, anak-anak juga saling menunjukkan hasil karya satu sama lain sambil kembali menyebutkan nama-nama hewan laut yang telah dipelajari, sehingga aktivitas ini turut memperkuat ingatan mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Setelah selesai, botol-botol bertema “akuarium laut” tersebut dibawa pulang oleh masing-masing anak sebagai kenang-kenangan sekaligus media edukasi yang dapat terus mereka lihat dan ingat dalam keseharian. Melalui aktivitas ini, anak-anak tidak hanya berkreasi secara mandiri tetapi juga kembali mengingat jenis-jenis hewan laut yang telah dipelajari, sekaligus belajar memanfaatkan barang bekas menjadi karya yang bermakna.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, anak memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada pengenalan keanekaragaman hayati perairan, tetapi juga pada penanaman kesadaran gizi dan minat konsumsi ikan sejak dini. Penggunaan media presentasi interaktif yang disertai fakta-fakta menarik, sesi tanya jawab, serta aktivitas kreasi mewarnai dan menempel membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.